Waktu
Begitu cepat kau berlari
Seolah semua seakan terbang menari
Hingga ku tak sanggup lagi ikuti
Dahulu, Waktu...
Kau tertawakan kesalahanku
Kau lalu tinggikan kebodohanku
Dan tinggalkanku dalam kubangan malu
Tetapi, Waktu...
Hanya kaulah yang mengerti
Apalah yang sedang ada di dalam hati
Walaupun ku sendiri tak pernah sadari
Kini, Waktu...
Ku ingin ikut terbang denganmu
Kau pasti tahu apa yang jadi kehendakku
Doakanlah itu yang terbaik bagiku
Thursday, October 21, 2010
Thursday, September 30, 2010
Teman
Entah aku yang terlalu sensi akhir-akhir ini atau memang ini adalah kenyataan.. Aku lagi-lagi untuk kesekian kalinya ditinggalkan oleh teman baikku. Ya memang sudah ga pernah ketemu lagi, karena dia studi di luar, tapi beberapa minggu yang lalu kita masih baik-baik saja. Aku benar-benar ga tau aku salah apa, aku salah berbuat apa, aku salah ngomong apa, tapi tiba-tiba saja lost contact dan dia mendadak jadi sibuk luar biasa. Ya mungkin memang lagi sibuk, kuliah, kerja, tugas-tugas, urusan rumah dll, tapi aku merasa itu adalah perubahan yang mendadak dan aneh. ym dan msn nya online hampir 24 jam, tapi SELALU busy, hah apa salahku ya.. Aku cerita panjang lebar dan tanya dari A sampai Z, lalu cuma dijawab dengan 1 kata dan langsung off. Ya Tuhan, semoga memang dia sungguhan sibuk dan banyak kerjaan, tapi tolong jangan hilangkan temanku..
Monday, September 20, 2010
Ketika Cinta Bertasbih
Mungkin sudah banyak orang yang tahu tentang KCB. Sebuah novel islami dari Habiburrahman el Shirazy, yang kemudian difilmkan dan disinetronkan.
Berangkat dari latar belakang Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, sampai di Wangen, Jawa Tengah. Menceritakan pencarian cinta dari sudut pandang Islam.
Dulu pertama kali aku tahu novel ini dari ceceku. Katanya, KCB lebih bagus daripada Ayat-Ayat Cinta. Tapi setelah lihat covernya (gambar masjid), jujur saja aku agak ilfil. Apalagi waktu itu aku bawa ke sekolah, dan ada temanku yang lihat aku lagi baca novel dengan cover masjid, wow dikira aku mau pindah agama. Hahaha. Tapi novel KCB memang keren, jauh lebih menarik daripada Ayat-Ayat Cinta bila dilihat dari segi manapun.
Kira-kira setahun setelah aku baca novel KCB, mulai ada berita tentang pengangkatan novel ini ke layar lebar. Ada audisi besar-besaran mencari bintang film ini. Wah aku sudah senang, pengen melihat filmnya. Akhirnya keturutan juga, KCB 1, antri di GM sampai di timezone saking ramenya. Bisa dapet tapi duduk di agak depan. Filmnya lumayan keren, tapi kurang heboh dibandingkan dengan perkiraanku. Beberapa bulan kemudian, KCB 2 muncul, kali ini keluar di saat bulan Ramadhan. Aku ingat waktu nonton, aku makan pop corn di tengah-tengah orang yang berpuasa! Hahaha. Filmnya ya begitulah, kurang puas juga sebenarnya.
Lalu bulan Ramadhan tahun ini KCB keluar lagi dalam bentuk sinetron. Sebenarnya bisa jadi bumerang, apalagi melihat sinetron-sinetron Indonesia yang bikin bosan. Untungnya dan hebatnya sinetron KCB ini berhasil bikin aku bahagia. Tiap hari pasti ada pesan moral yang bisa didapet, dari hal-hal yang sepele: "berhenti berprasangka buruk", "jangan cemburuan", "belajar menerima kenyataan", dll. Walaupun temanya islami, tapi pesan moralnya universal, jadi bisa diterapkan semua orang.
Beberapa hal yang kukagumi dari sinetron KCB ini adalah :
1. Soal poligami
Menurutku, KCB hebat sekali dalam menyikapi poligami, KCB ada di posisi menawarkan ajaran Islam yang tidak memaksa. Inti yang kudapat setelah lihat kisah ceritanya sampai tuntas adalah Islam tidak mendukung ataupun menyarankan poligami, tetapi Islam memperbolehkan poligami.
* Pertanyaan dariku :
Di dalam KCB diceritakan bahwa si wanita mengidap penyakit yang membuat dia sulit hamil. Oleh karena itu, pihak laki-laki diperbolehkan poligami demi mendapat keturunan. Bila seandainya si laki-laki yang mengidap penyakit yang membuat wanita tidak bisa hamil, apakah pihak wanita diperbolehkan menikah lagi demi mendapat keturunan?
2. Peranan laki-laki dan perempuan
Selama ini aku tahu menurut Islam, perempuan itu berada di bawah laki-laki. Tetapi di KCB ini diceritakan hampir seimbang dan hampir impas antara laki dan perempuan. Pertama, dilihat dari sisi poligami, pihak wanita itu seperti dibuat "cadangan" dan "tabungan". Kedua, dilihat dari lamanya pertunangan, pihak laki-laki harus menunggu jawaban dari pihak wanita, bisa sampai satu bulan.
* Pertanyaan dariku :
Dalam memilih pasangan, laki-laki dulu yang harus mengajukan lamaran. Bahkan kalau pihak wanita mau mengungkapkan pendapat, harus lewat wali terlebih dahulu. Sampai kapan wanita boleh mendapat haknya?
-----
Lebih dari semuanya itu, tetap sinetron KCB ini sinetron terbaik yang pernah aku lihat. Salut untuk semuanya :)
Berangkat dari latar belakang Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, sampai di Wangen, Jawa Tengah. Menceritakan pencarian cinta dari sudut pandang Islam.
Dulu pertama kali aku tahu novel ini dari ceceku. Katanya, KCB lebih bagus daripada Ayat-Ayat Cinta. Tapi setelah lihat covernya (gambar masjid), jujur saja aku agak ilfil. Apalagi waktu itu aku bawa ke sekolah, dan ada temanku yang lihat aku lagi baca novel dengan cover masjid, wow dikira aku mau pindah agama. Hahaha. Tapi novel KCB memang keren, jauh lebih menarik daripada Ayat-Ayat Cinta bila dilihat dari segi manapun.
Kira-kira setahun setelah aku baca novel KCB, mulai ada berita tentang pengangkatan novel ini ke layar lebar. Ada audisi besar-besaran mencari bintang film ini. Wah aku sudah senang, pengen melihat filmnya. Akhirnya keturutan juga, KCB 1, antri di GM sampai di timezone saking ramenya. Bisa dapet tapi duduk di agak depan. Filmnya lumayan keren, tapi kurang heboh dibandingkan dengan perkiraanku. Beberapa bulan kemudian, KCB 2 muncul, kali ini keluar di saat bulan Ramadhan. Aku ingat waktu nonton, aku makan pop corn di tengah-tengah orang yang berpuasa! Hahaha. Filmnya ya begitulah, kurang puas juga sebenarnya.
Lalu bulan Ramadhan tahun ini KCB keluar lagi dalam bentuk sinetron. Sebenarnya bisa jadi bumerang, apalagi melihat sinetron-sinetron Indonesia yang bikin bosan. Untungnya dan hebatnya sinetron KCB ini berhasil bikin aku bahagia. Tiap hari pasti ada pesan moral yang bisa didapet, dari hal-hal yang sepele: "berhenti berprasangka buruk", "jangan cemburuan", "belajar menerima kenyataan", dll. Walaupun temanya islami, tapi pesan moralnya universal, jadi bisa diterapkan semua orang.
Beberapa hal yang kukagumi dari sinetron KCB ini adalah :
1. Soal poligami
Menurutku, KCB hebat sekali dalam menyikapi poligami, KCB ada di posisi menawarkan ajaran Islam yang tidak memaksa. Inti yang kudapat setelah lihat kisah ceritanya sampai tuntas adalah Islam tidak mendukung ataupun menyarankan poligami, tetapi Islam memperbolehkan poligami.
* Pertanyaan dariku :
Di dalam KCB diceritakan bahwa si wanita mengidap penyakit yang membuat dia sulit hamil. Oleh karena itu, pihak laki-laki diperbolehkan poligami demi mendapat keturunan. Bila seandainya si laki-laki yang mengidap penyakit yang membuat wanita tidak bisa hamil, apakah pihak wanita diperbolehkan menikah lagi demi mendapat keturunan?
2. Peranan laki-laki dan perempuan
Selama ini aku tahu menurut Islam, perempuan itu berada di bawah laki-laki. Tetapi di KCB ini diceritakan hampir seimbang dan hampir impas antara laki dan perempuan. Pertama, dilihat dari sisi poligami, pihak wanita itu seperti dibuat "cadangan" dan "tabungan". Kedua, dilihat dari lamanya pertunangan, pihak laki-laki harus menunggu jawaban dari pihak wanita, bisa sampai satu bulan.
* Pertanyaan dariku :
Dalam memilih pasangan, laki-laki dulu yang harus mengajukan lamaran. Bahkan kalau pihak wanita mau mengungkapkan pendapat, harus lewat wali terlebih dahulu. Sampai kapan wanita boleh mendapat haknya?
-----
Lebih dari semuanya itu, tetap sinetron KCB ini sinetron terbaik yang pernah aku lihat. Salut untuk semuanya :)
Friday, September 17, 2010
Careless Whisper
Habis nulis post tentang dance, eh tiba-tiba playlist winamp mainkan lagu "Careless Whisper".. moodku jadi 100% happy. Hahahaha
I'm never gonna dance again
guilty feet have got no rhythm
though it's easy to pretend
i know you're not a fool
i should have known better than to cheat a friend
and waste the chance that i'd been given
so i'm never gonna dance again
the way i dance with youuuu
I'm never gonna dance again
guilty feet have got no rhythm
though it's easy to pretend
i know you're not a fool
i should have known better than to cheat a friend
and waste the chance that i'd been given
so i'm never gonna dance again
the way i dance with youuuu
Subscribe to:
Posts (Atom)

