Walaupun aku tidak berada di Indonesia sekarang, tapi banyak info yang aku dapatkan dari internet. Entah bagaimana kabarnya media cetak sekarang, apakah masih bisa eksis bersaing dengan media online yang begitu cepat update-nya. Prabowo vs Jokowi. Dua nama Capres dengan elektabilitas tertinggi di negeri ini, sedang berjuang meraih posisi RI-1. Kalau menurutku sih sudah jelas mudah sekali untuk memilih ya. Orang Jawa bilang pilihlah pasangan menurut Bibit, Bebet, Bobot. Pertama, Bibit artinya asal-usul/keturunannya. Kedua, Bebet artinya keluarga, lingkungan, dan teman-teman yang mendukungnya. Ketiga, Bobot artinya bagaimana kualitas kepribadian, pendidikan, pekerjaan, dll. Oke, berdasarkan tiga kriteria di atas, bukankah sudah jelas siapa yang Bibit, Bebet, Bobot-nya unggul? Hahaha. Bagiku sih uda sangat jelas sekali. Cerdaslah dalam memilih ya teman-teman. BTW, aku ada kesempatan untuk nyoblos 2x lo.. Di Taiwan pemilu Presiden-nya tanggal 6 Juli 2014, di Indonesia tanggal 9 Juli 2014. Aku pulang tanggal 5 Juli 2014, dan aku sudah klik registrasi memilihnya lewat pos, jadi surat suara akan dikirim ke dorm sebelum tanggal 6 Juli itu. Hahaha. Entah beneran bisa 2x nyoblos atau ga.
Wednesday, June 4, 2014
Sunday, May 18, 2014
Perubahan
Ada seorang bijak yang berkata, "Tidak ada satupun yang tidak berubah di dunia ini."
Perubahan bisa jadi sesuatu yang positif (ke arah yang lebih baik), tapi ada juga yang negatif. Pastinya tidak ada seorang pun yang ingin berubah ke arah negatif, donk. Semuanya pasti inginnya jadi lebih baik. Aku menyadari bahwa semakin dewasa ini kok aku semakin malas ya. Dulu aku bisa baca buku (apapun) 1 buku per minggu, lalu baca koran tiap hari. Menulis artikel sosial 1 kali sebulan. Dan sekarang? Tidak pernah baca buku, apalagi baca koran. Menulis juga sudah lupa gimana caranya berbahasa yang baik dan benar; ide menulis pun ga bisa dapat yang cocok. Kayaknya aku yang sekarang kurang produktif :(
Aku sadar sekali sih, tapi entahlah seperti kehabisan waktu untuk kerja tugas dan lain-lain selama di sini. Dalam hal ini, aku pengen banget kembali ke diriku yang dulu..
Perubahan bisa jadi sesuatu yang positif (ke arah yang lebih baik), tapi ada juga yang negatif. Pastinya tidak ada seorang pun yang ingin berubah ke arah negatif, donk. Semuanya pasti inginnya jadi lebih baik. Aku menyadari bahwa semakin dewasa ini kok aku semakin malas ya. Dulu aku bisa baca buku (apapun) 1 buku per minggu, lalu baca koran tiap hari. Menulis artikel sosial 1 kali sebulan. Dan sekarang? Tidak pernah baca buku, apalagi baca koran. Menulis juga sudah lupa gimana caranya berbahasa yang baik dan benar; ide menulis pun ga bisa dapat yang cocok. Kayaknya aku yang sekarang kurang produktif :(
Aku sadar sekali sih, tapi entahlah seperti kehabisan waktu untuk kerja tugas dan lain-lain selama di sini. Dalam hal ini, aku pengen banget kembali ke diriku yang dulu..
Real time update daily life Taipei #6
103/04/19 (六) 03.57 PM
Hai semua. 8 bulan sudah aku di sini. Mulai terasa bosan dan kangen rumah. Tugas-tugas masih seperti biasanya. Yang berbeda adalah minggu ini pekan suci Paskah. Untuk pertama kalinya selama hidup, aku datang ke misa Kamis Putih dan Sabtu Suci. Aku merasa sejak di Taipei jadi lebih rajin ke gereja hahaha. Dan lagi, komunitas Katolik di sini seperti keluarga kedua :)
Hai semua. 8 bulan sudah aku di sini. Mulai terasa bosan dan kangen rumah. Tugas-tugas masih seperti biasanya. Yang berbeda adalah minggu ini pekan suci Paskah. Untuk pertama kalinya selama hidup, aku datang ke misa Kamis Putih dan Sabtu Suci. Aku merasa sejak di Taipei jadi lebih rajin ke gereja hahaha. Dan lagi, komunitas Katolik di sini seperti keluarga kedua :)
Friday, March 14, 2014
Pembuktian Diri dan Kebanggaan
Pernah lihat Indonesian Idol? Sebagian besar pasti pernah kan ya? Aku tertarik untuk membahas salah satu alasan yang sering dikatakan oleh peserta Indonesian Idol, ketika ditanya "Mengapa ingin ikut Indonesian Idol?" Alasan yang aku soroti adalah "ingin membuktikan pada semua orang di Indonesia/orang tua/teman-teman bahwa saya bisa menang". Pertama kali mendengarkan alasan ini sebenarnya biasa saja, manusiawi kok kalau orang ingin pembuktian diri. Tetapi bahwa hal ini diungkapkan oleh sebagian besar peserta Idol, aku jadi bertanya-tanya sebegitu pentingkah pembuktian diri itu. Apakah dengan pembuktian diri tersebut mereka bisa menjadi lebih bahagia dengan hidupnya? Apakah pembuktian diri itu sama artinya dengan mereka bangga terhadap dirinya sendiri? Aku sendiri juga pernah ingin membuktikan diri, coba baca post-ku tentang penerimaan SNMPTN. Aku jadi sadar bahwa sebenarnya orang lain itu tidak peduli apakah kita berhasil atau tidak, hahaha, entahlah hari ini aku jadi orang yang bernostalgia lagi --" Semua pembuktian diri adalah setingkat di atas kebanggaan terhadap diri sendiri. Dan sebenarnya tidak perlu ada pembuktian diri itu karena yang akan menilai kita adalah Tuhan sendiri, bukan orang lain. Diingatkan lagi ketika Rabu Abu kemarin, bahwa kita ini hanya debu (abu) dan akan kembali ke tanah setelah meninggal. Apakah pantas daging yang lemah ini membuktikan diri bahwa dirinya lebih kuat dibandingkan daging yang lemah lainnya? Hahaha
Subscribe to:
Posts (Atom)