Friday, June 29, 2012

Hunger Games


Seri Trilogi Hunger Games terdiri dari Hunger Games, Catching Fire, dan Mockingjay. Dituliskan oleh Suzanne Collins, serial Hunger Games ini mengisahkan sebuah kesenjangan yang amat tinggi antara Capitol sebagai ibukota Panem dan distrik-distriknya. Yang menarik adalah Suzanne Collins membawakan setting tempat ini seakan tidak ada negara lain selain Panem di dunia ini. Panem meerupakan sebuah negara yang merdeka dan menjajah distrik-distrik mereka sendiri. Masing-masing distrik memiliki ciri khas sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan dan sumber daya tersebut diperas habis-habisan oleh Capitol. Misalnya Distrik 12 terkenal sebagai penghasil batu bara. Oleh karena itu, semua penduduk Distrik 12 bekerja di pertambagan batu bara dan harus mampu memenuhi permintaan batu bara dari Capitol.

Ki-ka : Katniss, Peeta, Gale

Adalah Katniss Everdeen, yang menceritakan ketiga serial Hunger Games berdasarkan sudut pandangnya. Katniss dari Distrik 12 sudah terbiasa berburu di hutan luar Distrik 12, dimana daerah tersebut sebenarnya sangat melanggar peraturan. Apa yang dilakukan Katniss ini bisa dikatakan pemberontakan terhadap Capitol. Katniss tidak sendiri, ia memiliki seorang sahabat karib laki-laki bernama Gale. Berdua, mereka berburu, menjerat hewan di hutan, mengumpulkan makanan, dan mereka bekerjasama sebagai satu tim. Mengingat Katniss dan Gale adalah sama-sama tulang punggung keluarga, dua keluarga ini sudah amat dekat hubungan persaudaraannya sehingga tidak ada seorangpun yang mengira bahwa sebenarnya mereka tidak memiliki ikatan darah.

Acara Hunger Games adalah acara tahunan yang diadakan oleh capitol, sebagai bentuk peringatan bagi 12 distrik supaya distrik-distrik sadar akan kemampuan mereka yang tidak mungkin mengalahkan Capitol. Setiap distrik wajib mengirimkan seorang remaja laki-laki dan seorang remaja perempuan untuk berpartisipasi dalam Hunger Games. Pemenang Hunger hanya boleh 1 orang, dan untuk melaksanakan hal tersebut, setiap peserta harus membunuh satu sama lain.


1. Hunger Games
Primrose Everdeen, adik Katniss, terpilih menjadi peserta Hunger Games. Katniss sukarela menggantikan dia dengan alasan Katniss ingin melindungi adiknya. Sementara itu peserta laki-laki dari distrik 12 adalah Peeta Mellark. Katniss dan Peeta terlibat dalam persamaan nasib harus saling membunuh, dan akhirnya mereka berdua tampil sebagai pemenang Hunger Games ke-74. Peristiwa buah berry mampu menjadi titik awal pemberontakan Katniss terhadap Capitol, karena juri pertandingan sampai harus mengubah peraturannya sendiri.

2. Catching Fire
Akibat peristiwa berry pada Hunger Games ke-74, Katniss kini menjadi musuh utama Presiden Snow, pemimpin Panem. Snow berusaha mati-matian untuk membunuh Katniss. Kebetulan Hunger Games ke-75 adalah Quarter Quell, yaitu para pemenang Hunger Games yang masih hidup harus mengikuti Hunger Games lagi. Ini artinya Katniss harus bertarung di arena Hunger Games sekali lagi. Ending yang mengejutkan akhirnya muncul juga. Di tengah-tengah Hunger Games berlangsung, tiba-tiba terjadi pemberontakan kecil dari peserta Hunger Games dibantu oleh Ketua Juri Pertandingan Hunger Games sendiri. Beberapa orang dalam Capitol menjadi pioneer dari pemberontakan kali ini. Lagi-lagi Katniss selamat dari ancaman Snow. Namun sebagai akibatnya, Capitol menjatuhkan bom untuk semua distrik sehingga sebagian besar penduduk tewas dan terluka. Tidak ada lagi Distrik 12.

3. Mockingjay
Dikisahkan Distrik 13 sebagai distrik yang mampu merdeka dan memiliki kekuatan melawan Capitol. Distrik 13-lah yang menjadi pusat pemberontakan sedangkan Katniss diminta menjadi Mockingjay sebagai simbol pemberontakan. Inilah yang menjadi alasan mengapa Katniss diselamatkan pada Quarter Quell lalu. Banyak terjadi perubahan dalam wajah Capitol, dimana tak ada lagi orang yang bisa dipercayai.


Wajib dibaca untuk orang-orang yang suka memberontak :)

No comments: