Thursday, August 20, 2009

Pengalaman P3KMABA 2009

Tanggal 17 Juli-25 Juli, ada kegiatan wajib untuk mahasiswa baru yaitu P3KMABA.
Semacam ospek untuk lebih mengenal lingkungan Petra dan hidup perkuliahan.
Aku bergabung dengan kelompok Generous, dan overall lumayan menyenangkan.

Yang tidak kusuka dari P3KMABA yaitu pada hari pertama dimana aku mendapat 2 hukuman karena pelanggaran yang aku lakukan.
1. Membawa brosur perpustakaan di dalam katalog hitam. Padahal brosur itu sengaja aku selipkan agar sewaktu-waktu bila membutuhkannya , aku bisa melihat brosur itu lagi. Tetapi ternyata membawa brosur pun tidak diperbolehkan, karena tidak tercantum dalam barang bawaan wajib dan optional.
2. Rambut tidak dijepit. Padahal poniku masih sedikit di atas alis, seperti ketentuan P3KMABA. Namun, kakak dari Divisi Evaluasi menganggapnya tidak rapi dan mengharuskan untuk dijepit, sedangkan aku tidak membawa jepitan satupun.

Karena 2 pelanggaran ini, aku dihukum menulis 2 refleksi masing-masing sekitar 2 lembar kertas folio.
Belum lagi ada tugas membuat keplek dan welcome book yang harus selesai keesokan harinya. Padahal pulang dari Petra itu sekitar pukul 7 malam. Bayangkan!!!!

Waktu sudah sampai di Dharmahusada, aku menyadari ada sesuatu yang mengganjal dalam hati. Rasanya ada yang kurang... Rasanya ada yang ketinggalan...
Ternyata benar, kertas Asturo untuk keplek dan cover welcome book ku hilang, tak ada di tas. Entah aku lupa membawa atau terjatuh di jalan.... Rasanya waktu itu aku mau nangis. Ya Tuhan, membayangkan menulis 2 refleksi dan membuat welcome book itu saja sudah membuatku berpikir bakal tidur jam 1 ini. Apalagi kalau seperti ini....

Saat-saat itulah aku dituntut untuk berpikir menemukan solusi terbaik. Saat itu sudah jam 19.45, entah teman-teman di Petra masih di sana atau tidak. Kalau mereka masih di sana, aku bisa mencari kertas Asturo-ku. Aku telepon Nancy dan Nita, ternyata mereka sudah di rumah. Aku putuskan untuk membeli kertas Asturo saja di Gramedia lalu menjiplak ukurannya di rumah Dinda, agak dekat dari situ. Aku lari-lari turun dari mobil, mencari kertas Asturo di Gramed. Damn! Rasanya hari itu memang aku benar-benar sedang sial. Kertas Asturo warna merahnya habis.... Terpaksa aku beli yang warna oranye, dan aku beli stiker Asturo warna merah (tapi yang ini merahnya lebih tua dari yang seharusnya). Setelah itu aku dalam perjalanan ke rumah Dinda. Fiuuh.. Agak lega karena sudah berhasil dapat kertas Asturo-nya....

Tetapi.... Nasib sialku belum beranjak dariku rupanya. Aku baru menyadari kebodohanku untuk kedua kalinya hari itu. Kertas Asturo yang diberi dari Petra harus ada stempel P3KMABA supaya sah!!! Damn!! Aku benar-benar bingung setengah mati. Apa yang harus aku lakukan....???? Aku telepon Dinda, "gimana ini Din, bla-bla-bla.." Katanya, memang harus ada stempel itu, kalau tidak ya gak tau akan dihukum atau gak......... Sementara jam sudah menunjukkan angka 8 waktu itu. Aku memutuskan untuk kembali lagi ke Petra demi mendapat stempel itu sekaligus menemukan kertas Asturo-ku yang ketinggalan di sana (kalau aku beruntung)..

Mobil ngebut seperti balapan F1, klakson sana, klakson sini, sudah habis kepala dinginku.
Akhirnya sampai juga di Petra dan saat itu sudah hampir jam 9. Petra sudah sepi, tidak ada kertas Asturo di tempat sampah sekalipun. Ya ampun, benar-benar pingin nangis rasanya.. Akhirnya aku ke rumah Nancy aja, di Kutisari dekat Petra. Nancy baik sekali sama aku, padahal aku baru kenal dia hari itu. Dia bantu aku membuat keplek dan cover welcome book sampai selesai. Cuma 15 menit membuat itu dan aku juga diantar mamanya Nancy ke tempat laminating sekalian. (thx ya Nancy n A'i...)

Akhirnya jam 10-an aku sampai di rumah dalam keadaan teler, ngantuk, belum makan, belum mandi, belum menulis refleksi dan membuat isi welcome book! Dahsyat bener.. Mama n adikku bantu-bantu bikin isinya welcome book, sementara aku membuat refleksi. Aku harus membuat karangan tentang Aku dan Ketidakdisiplinanku dan menulis :"Saya telah melanggar pasal 6 ayat 1J yaitu Mambawa barang-barang sesuai ketentuan (barang wajib dan optional) dan tidak diperbolehkan membawa maupun menggunakan barang-barang di luar kebutuhan P3KMABA." sebanyak 25 kali. Untung di RCTI ada acara The Master, jadi lumayan menghibur sekalian mengerjakan tugas-tugas itu. Akhirnya selesai juga refleksiku yang pertama dan itu sudah jam 1. The Master-nya sudah mau habis. Lanjut lagi refleksi yang kedua sambil nonton TV tentang berita-berita bom di JW Marriott dan Ritz-Carlton. Pada refleksi kedua, aku juga membuat karangan Aku dan Ketidakdisiplinanku, dan menulis : "Saya telah melanggar pasal 6 ayat 1D yaitu"Rambut rapi, ridak melebihi alis mata." sebanyak 25 kali juga. Tepat pukul 3 refleksi yang kedua rampung. Tanganku capek tingkat tujuh dan mataku perlu dipejamkan... TV kumatikan dan langsung tidur!! Zzzz..

Bangun pagi jam 5 dan cepat-cepat mandi, menyiapkan barang bawaan buat P3KMABA hari kedua. Saat penyisiran, tentu saja keplek danwelcome book ku terkena rekap karena tidak ada stempel P3KMABA. Ya sudahlah, tidak apa-apa menulis refleksi lagi. Toh cuma satu.. Hehe.

1 comment:

Rhesa said...

Yeah!! Seru pol critae ^^
bnr2 mengerikan n g trbayangkan...
ckckck.. laen x, gmnpun keadaane, jok sampe ngebut. cukup kali itu tok ae.. g sebanding ma hukumane xg nulis 25x tuh.. aq nulis 2500x pun jek kurang sebanding ma akibat minimale..
tenang ae..
gmnpun gelape keadaan xg qt hadapi, Tuhan kan buka jalan buatmu..
Tetap smangat n prcaya kpadaNya!!
GBU