Sunday, July 4, 2010

Brother

 Setelah 7 tahun hidup sendiri sebagai anak tunggal, akhirnya kamu datang dan membuat posisiku menjadi anak sulung. Kamu enak, lahir di saat kondisi keluarga kita sudah mapan, cukup mampu untuk membiayai semuanya. Kamu minta apa, pasti mama-papa belikan buat kamu. Aku pikir kamu terlalu manja, kamu belum bisa mandiri, kamu mudah sekali untuk nangis hanya demi mendapatkan apa yang kamu mau. Awalnya aku benci, aku ga suka kamu merepotkan mama-papa. Apalagi waktu kamu masuk SD dan kamu mulai diikutkan segala macam les dan kegiatan yang kamu sukai. Kamu benar-benar berada dalam zona nyamanmu. Kamu hanya merengek supaya dibelikan game boy, NDS, PSP, dan selalu update game-game terbaru. Aku selalu bandingkan masa kecilmu dengan masa kecilku, dan selalu yang kutemukan adalah ketidak adilan.


Kalau kamu ada tugas, bikin makalah atau ketrampilan dsb, kamu ga pernah kerja itu. Malah mama yang suruh aku ketik semua makalahmu dan itu yang bikin aku tambah jengkel ama kamu. Ga ada inisiatif sedikitpun buat bantu padahal itu tugasmu. Memang sekolahmu agak gila, ujian tiap hari, kamu harus belajar tiap hari, tapi apa kamu ga pikir kalau aku juga punya tugas sendiri. Aku benci kamu tidak bisa mandiri, ditambah lagi mama selalu bela kamu dan menganggap kelakuanmu itu wajar.

Tiap akhir semester dan kenaikan kelas, hari-hari itu yang membahagiakan. Kamu ga ada tugas dan kamu bisa bertingkah normal. Kamu selalu dapat juara dan pulang ke rumah dengan bawa piala. Aku bangga kamu bisa berprestasi, tapi alangkah lebih baik kalau semuanya itu hasil kerja kerasmu sendiri. Mulai naik kelas 6, kamu mulai merasa pelajarannya tambah berat dan teman-temanmu melebihi kamu. Akhirnya kamu mulai mau kerja sendiri semua pekerjaanmu dan mengerti bahwa itu memang bagianmu, bukan bagian orang lain. Walaupun pada akhirnya kamu masih di bawah orang lain, tapi setidaknya itu benar-benar usahamu dan itulah yang lebih membanggakan daripada prestasimu yang dulu-dulu.

Kamu belajar keras untuk UASBN dan akhirnya kamu bisa dapat nilai yang sangat memuaskan. Kamu pernah bilang kamu ga bisa mat dan ga suka mat, tapi akhirnya bahkan kamu bisa dapat 10 untuk itu. Kamu tahu kerja keras adalah segalanya dan tidak akan mengecewakan asal kamu percaya Tuhan.

Sebentar lagi kamu masuk SMP. Banyak harapan yang aku berikan pada kamu. Aku pingin kamu tumbuh besar. Aku pingin kamu bisa bergaul dengan banyak orang. Aku pingin kamu lebih deket Tuhan. Aku pingin kamu jago main basket. Aku pingin kamu belajar sesuatu yang baru. Aku pingin kamu bisa membanggakan keluarga. Kamu laki-laki dan sudah seharusnya kamu lebih tangguh daripada sekarang. Thanks for being an awesome brother. Hidupku pasti sepi tanpa kamu. Thanks sudah ada di sini sebagai adikku.

1 comment:

Anonymous said...

benar2 menyentuh... tetaplah jadi kakak yang baik :)

btw, adik u ancen mirip yansen yo xD
wkwkwk